Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini


Kamis, 27 Februari 2020

Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba, PT. Suri Tani Pemuka Lakukan Tes Urine kepada Karyawannya

Lampungselatan.bnn.go.id,Katibung - BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten) Lampung Selatan (Lamsel), cek urine 100 orang karyawan PT. Suri Tani Pemuka Katibung, Rabu (26/02/2020).Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala BNNK Lamsel, AKBP. Ikhlas, S.P., M.H., itu, sebagai bentuk tindak lanjut dari pelaksanaan pemberdayaan masyarakat, dimana penggiat anti narkoba di lingkungan perusahaan turut mendorong dilaksanakannya kegiatan (P4GN).Menurutnya, Pelaksanaan Tes urine di lingkungan PT. Suri Tani Pemuka hari ini merupakan langkah pencegahan dan shock therapy bagi karyawan agar selalu waspada dan terhindar dari penyalahgunaan narkoba."Setelah tes urine, tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan narkoba. Selanjutnya, ratusan karyawan tersebut, kami bekali juga dengan pengetahuan tentang bahaya narkoba," kata dia.Tidak lupa, dirinya berpesan kepada seluruh karyawan, bila mengetahui, melihat dan mendengar ada penyalahgunaan narkoba segera hubungi call center BNNK Lampung Selatan."Mari berantas narkoba dari lingkungan sekitar kita dulu," serunya.Pihak BNNK Lampung Selatan juga, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan PT Suri Tani Pemuka sebagai wujud nyata dalam memerangi narkoba di lingkungan kerja."Kami apresiasi upaya perusahaan memerangi narkoba," kata dia.

Ditempat yang sama Pimpinan PT. Suri Tani Pemuka Katibung Francky RM mengatakan pelaksanaan deteksi dini ini merupakan komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja bebas dari penyalahgunaan narkona."Jangan takut untuk tes urin kalau bersih kenapa harus risih" Katanya.Selain melakukan tes urine, pihaknya juga bekerjasma dengan PMI Kabupaten Lamsel untuk pelaksanaan donor darah yang diikuti oleh pegawai BNNK Lamsel dan Karyawan PT. Suri Tani Pemuka.Hasilnya, sebanyak 50 kantong darah berhasil terkumpul, yang nantinya akan digunakan membantu masyarakat yang membutuhkan. (Red)


Jumat, 17 Januari 2020

Gandeng BNNK Lampung Selatan, PT. Gold Coin Specialities Tes Urine Karyawannya

Tanjung Bintang, Lampungselatanbnn.go.id - Sebanyak 57 orang karyawan PT. Gold Coin Specialities melakukan tes urine guna mencegah dan mendetelsi dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja, Jum'at (17/01/2020).Factory manger PT. Gold Coin Specialities Ishartanto, menyatakan siap mewujudkan lingkungan kerja yang bebas dari penyalahgunaan narkoba, hal ini di realisasikan dengan pengadaan alat tes kit secara mandiri, kegiatan ini merupakan salah satu tindak lanjut dari rencana kegiatan yang telah di rencanakan oleh Penggiat Anti narkoba dari perusahaan."Kita peduli dengan pencegahan narkoba di lingkungan kerja, dan kita siap mewujudkan lingkungan kerja khususnya PT. Gold Coin Specialities bersih dari narkoba. Oleh karena itu kami menggandeng BNNK Lampung Selatan dalam melakukan sosialisasi narkoba sekaligus tes urine kepada karyawan, semoga kerjasama ini dapat ditingkatkan dimasa yang akan datang" Kata Ishartanto.Sementara itu, Kepala BNNK Lampung Selatan, Ikhlas, S.P. M.H mengapresisasi langkah PT. Gold Coin Specialities dalam usaha mewujudkan lingkungan bebas narkoba."Kita mengapresiasi manajeman PT. Cold Coin Specialities dalam mewujudkan lingkungan kerja bebas narkoba, tentu diharapkan langkah ini dapat dicontoh oleh perusahaan lain, sebab narkoba dapat menyasar siapa saja termasuk dilingkungan kerja" Kata Ikhlas.Dari hasil pantauan, kegiatan yang di ikuti oleh 57 orang karyawan tersebut dilakukan pemeriksaan urine dengan hasil negatif, Kesadaran dan peran serta aktif seluruh stakeholder sangat penting dalam mewujudkan Lampung Selatan sebagai Kabupaten bebas Narkoba. (Red) 


Jumat, 27 Desember 2019

Tangkal Narkoba, BNNK Lampung Selatan Fokus pada Upaya Pencegahan

Kaliandanews.com - Bangsa ini tengah dihadapkan pada situasi darurat narkoba sehingga diperlukan upaya serius untuk mengatasinya. Dalam upaya pencegahan BNN Lampung Selatan sepanjang 2019 telah melakukan kegiatan P4GN (Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) bersama instansi terkait.“Selama 2019 BNN Lampung Selatan fokus dalam upaya pencegahan (sosialisasi bahaya narkoba) kepada sasaran, baik pemerintah, swasta, masyarakat dan dunia pendidikan” Ujar Kasubbag Umum BNNK Lamsel I Wayan Suartha Antara mewakili Kepala BNNK Lampung Selatan Ikhlas,S.P,M.H ,Jum’at (27/12/2019).Lebih lanjut, Wayan mengatakan bahwa dengan gencarnya sosialisasi bahaya narkoba yang dilakukan BNN dan instansi terkait diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya generasi muda akan bahaya narkoba.Tidak hanya melakukan sosialisasi bahaya narkoba, Menurut Wayan, BNNK Lampung Selatan juga menerima Rehabilitasi rawat jalan bagi mereka (Pecandu-red) yang ingin terlepas dari ketergantungan narkoba di Klinik Pratama BNNK Lampung Selatan.“Selama 2019, dari target 15 orang yang ditetapkan, BNNK Lampung Selatan telah berhasil memenuhi target tersebut. Mudah-mudahan di tahun 2020 kesadaran masyarakat dapat lebih meningkat lagi. Kami menghimbau bagai masyarakat yang keluarga, saudara dan tetangganya pengguna narkoba agar dapat menolong mereka untuk lepas dari ketergantungan narkoba dengan mengajak mereka ikut program rehabilitasi, syukur-syukur atas kesadaran pencandu sendiri untuk datang ke BNNK dan itu gratis” pungkas Wayan.Ditempat yang sama, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Sumarman, SE,MM menjabarkan bahwa, selama kurun 2019, Seksi P2M telah melakukan desiminasi informasi baik berupa talkshow, kampanye stop narkoba, insert konten, pemasangan baleho, Radio, Media cetak dan online.“ Diharapkan kegiatan tersebut semakin banyak masyarakat yang terpapar informasi P4GN, tahun 2019 kami mendapat target masyarakat Lampung Selatan yang terpapar informasi P4GN sebanyak 7% dari total penduduk Lampung Selatan usia produktif, dan Alhamdulillah kami dapat melampuinya dikisaran 7,9%” Ujar Sumarman.


Selasa, 15 Oktober 2019

Dihadapan Plt Bupati, Ikhlas ingin Bentuk Desa Bersinar di Lampung Selatan

Lampungselatankab.bnn.go.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lampung Selatan melakukan audensi dengan Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto di PT Indomina Langgeng Sejahtera, Tanjung Bintang, Senin (14/10).

Dalam audiensi itu,  AKBP Ikhlas yang baru menjabat Kepala BNN Lampung Selatan sejak 2 September 2109 lalu, memaparkan rencana program kerja BNN kedepan.Utamanya menjalin koordinasi  dengan Pemkab Lampung Selatan dalam rangka pencegahan, peredaran, dan pemakaian narkoba di wilayah hukum Kabupaten Lampung Selatan.Ikhlas juga memaparkan rencananya untuk membentuk “desa bersinar” yakni desa yang bersih dari narkoba serta memberikan pemahaman yang benar tentang rehabilitasi narkoba.“Selain program desa bersinar, BNN Lampung Selatan juga mempunyai program 3, 6, 12 dalam merehabilitasi pecandu narkoba. Dari hasil yang telah berjalan, mayoritas korban kecanduan narkoba bisa pulih kembali setelah menjalani rehabilitasi selama 6 bulan,” ungkap Ikhlas.Dikesempatan itu, Ikhlas menerangkan masih banyak masyarakat khususnya bagi pengguna narkoba, tidak mengetahui Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL).Dimana kata dia, dengan IPWL tersebut maka keluarga korban bisa merehabilitasi pengguna narkoba supaya sembuh, bahkan sedikit kemungkinan untuk dibawa ke ranah hukum.“Selama ini banyak pemahaman keliru dari masyarakat. Sebenarnya jika masyarakat melaporkan dirinya telah menggunakan narkoba dan minta direhabilitasi, maka ini harus kita lindungi dan rehabilitasi. Karna sesungguhnya yang bersangkutan adalah korban. Dan proses rehabilitasi ini tidak dipungut biaya, semuanya gratis,” tutur Ikhlas.Menanggapi hal itu, Plt  Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, menyambut baik dan sangat mendukung rencana maupun program yang akan dilakukan BNN.Karena menurutnya, saat ini bangsa Indonesia sudah darurat narkoba. Dan hal itu tentunya sangat mengkhawatirkan, khususnya terhadap generasi penerus bangsa.“Kebetulan kita juga ada kegiatan turun ke desa melalui kegiatan Jumat bersih. Dimana kami semua bergotong royong didesa itu. Nanti BNN bisa bergabung dengan kami untuk memberikan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat,” ujar Nanang. (Red)


Selasa, 1 Oktober 2019

430 Orang Calon Penegak Pramuka SMKN 2 Kalianda Ikuti Penyuluhan Narkoba

Lampungselatankab.bnn.go.id, Kalianda - SMK Negeri 2 Kalianda melaksanakan Sosialisasi bahaya narkoba dalam kegiatan perkemahan penegak yang di lakukan di lingkungan sekolah, Sabtu (28/09).Kegiatan yang diikuti oleh 430 orang calon penegak yang berasal dari kelas 10 tersebut, di hadirkan narasumber yang berasal dari BNN Kabupaten Lampung Selatan.Kepala seksi P2M Sumarman, SE., MM, menyampaikan materi tentang Pemuda Sehat Tanpa narkoba, Sumarman menjelaskan mengenai pengertian, jenis, serta dampak narkoba terhadap tubuh baik secara fisik maupun psikis. "Narkoba bila disalahgunakan akan mempengaruhi susunan syaraf pusat atau otak, dan mengakibatkan kerusakan otak permanen kepada penyalahguna, hal ini jika terjadi kepada pelajar maka hancurlah masa depannya" beber Sumarman. (Red)


Kamis, 19 September 2019

AKBP Ikhlas Dilantik Sebagai Kepala BNN Kabupaten Lampung Selatan

BNNKLampungSelatan.go.id, Bandar Lampung - AKBP Ikhlas, S.P., M.H dilantik dan diambil sumpah jabatan sebagai Kepala BNN Kabupaten Lampung Selatan oleh Kepala BNN Provinsi Lampung Brigjen Pol Drs. Ery Nursatari, M.H di Aula Atmani Wedhana Kantor BNNP Lampung, kamis (19/9/19).Dalam Sambutannya, Ery Nursatari mengucapkan selamat kepada pejabat yang baru saja dilantik, serta diharapkan menjaga sama baik institusi dan melaksanakan Tupoksi dengan Baik.Lebih jauh, Ery Nursatari juga menekankan Kepala BNN Kabupaten Lampung Selatan harus paham betul dengan kondisi diwilayahnya.“Lampung Selatan merupakan jalur lintas masuknya peredaran gelap Narkoba dari Jawa ke Sumatera maupun sebaliknya dan Pentingnya kerjasama dengan Stakeholder serta dukungan masyarakat dalam upaya pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba (P4GN),” ujar Ery Nursatari. Ia juga menambahkan, “yang penting kerja ikhlas dan jujur,”Hadir dalam kesempatan itu jajaran pejabat utama BNN Provinsi Lampung serta para Kepala BNN Kab/Kota Se-Provinsi Lampung serta Kepala Loka Rehabilitasi BNN Kalianda. (Red)


Rabu, 11 September 2019

Lampung Selatan Fair 2019, BNNK Lampung Selatan Buka Pojok Konseling

BNNK Lampung Selatan, Kalianda - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lampung Selatan membuka stand untuk masyarakat, pada perhelatan Lampung Selatan Fair 2019.Dalam Lampung Selatan Fair 2019, BNN Lamsel yang bekerjasama dengan Loka Rehabilitasi Kalianda, membuka pojok konseling bagi masyarakat ataupun keluarga yang ingin berkonsultasi tentang bahaya dan bagaimana berhenti dari candu narkoba."Kita memberikan penyuluhan dan sosialisasi tentang bahaya narkoba, kita namakan sebagai pojok konseling, itu yang kita utamakan melalui pojok konseling untuk membuka pola pikir masyarakat tentang bahaya narkoba," kata Plt. Kepala BNN Lamsel, Wayan, Minggu, (09/09/19).Wayan mengatakan, masyarakat yang ingin berkonsultasi di pojok konseling tak perlu ragu dan takut untuk berkonsultasi, sebab akan ada jaminan bagi masyarakat yang mau berkonsultasi dan benar-benar ingin berhenti mengkonsumsi narkoba."Yang mau konseling bisa langsung ke sini, disatu sisi kita menyebarkan info itu masyarakat kalo ada dari warga dan orang tua pecandu, nanti kita mengarahkan, kita membuka peluang bagi pecandu dan keluarga pecandu. Kita beritahu bagaimana proses pelaksanaan rehab, sebab walaupun kita telah melakukan penyuluhan tapi mungkin saja masih banyak yang belum tersentuh," terang dia.Ia berharap dengan adanya pojok konseling, masyarakat bisa terbuka untuk berkonsultasi tentang narkoba, baik bagi pemakai sendiri ataupun keluarga pemakai."Yang jelas kita layani siapapun yang kesini, karena dari sini kita nanti akan arahkan untuk kekantor ataupun ke loka, kalo memang dia sudah mau melaporkan dirinya dan didampingi, kita akan layani dan kita gak akan sangkut pautkan dengan hukum," pungkas dia. (Red)


Kamis, 19 September 2019

Kepala BNN Lampung Selatan Sampaikan Bahaya Narkoba ke Pelajar

BNNKKabupatenLampungSelatan.go.id, Kepala BNN Kabupaten Lampung Selatan AKBP. Ikhlas, S.P., MH. membuka kegiatan Diseminasi Informasi P4GN melalui Talk show di lingkungan pendidikan yang dilaksanakan di Balai Desa Rawa Selapan Kecamatan Candipuro(18/9/19).kegiatan ini diikuti oleh 50 orang siswa SLTA dan SLTP dari wilayah kecamatan Candipuro tersebut, Kepala BNN Kabupaten Lampung selatan dan Prakitisi Susilawati, S.Sos., M.IP. menyampaikan materi mengenai Bahaya Penyalahgunaan narkoba bagi generasi muda serta melakukan dialog interaktif dengan di moderatori oleh Kasi P2M Sumarman, SE., MM.Peserta sangat antusias dengan diskusi yang di lakukan, dengan banyaknya pertanyaan mengenai permasalahan seputar penyalahgunaan Narkoba dan Rehabilitasi. "Kepada para peserta agar dapat membantu menyebarluaskan informasi dan pengetahuannya yang didapatnya kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya"tegas Ikhlas.



Selasa, 1 Oktober 2019

430 Orang Calon Penegak Pramuka SMKN 2 Kalianda Ikuti Penyuluhan Narkoba

Lampungselatankab.bnn.go.id, Kalianda - SMK Negeri 2 Kalianda melaksanakan Sosialisasi bahaya narkoba dalam kegiatan perkemahan penegak yang di lakukan di lingkungan sekolah, Sabtu (28/09).Kegiatan yang diikuti oleh 430 orang calon penegak yang berasal dari kelas 10 tersebut, di hadirkan narasumber yang berasal dari BNN Kabupaten Lampung Selatan.Kepala seksi P2M Sumarman, SE., MM, menyampaikan materi tentang Pemuda Sehat Tanpa narkoba, Sumarman menjelaskan mengenai pengertian, jenis, serta dampak narkoba terhadap tubuh baik secara fisik maupun psikis. "Narkoba bila disalahgunakan akan mempengaruhi susunan syaraf pusat atau otak, dan mengakibatkan kerusakan otak permanen kepada penyalahguna, hal ini jika terjadi kepada pelajar maka hancurlah masa depannya" beber Sumarman. (Red)


Terkini


Selasa, 1 Oktober 2019

AKBP Ikhlas Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Lampungselatankab.bnn.go.id, Kalianda - Upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2019 dihelat di Lapangan kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (01/10). Kepala BNNK Lampung Selatan, AKBP Ikhlas menjadi Inspektur Upacara.Pantauan lampungselatankab.bnn.go.id sekitar pukul 07.30, sejumlah staf  telah hadir. Terlihat kepala seksi seperti, Kepala seksi Rehabilitasi Arfan SE,MM, Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat umarman, SE,MM, serta Kasubag Umum I Wayan Suartha Antara, SH,MH.Kepala BNNK Lampung Selatan  masuk ke lapangan upacara mengenakan stelan jas. Upacara dibuka oleh laporan komandan upacara kepada Inspektur Upacara."Laksanakan," tegas AKBP Ikhlas membuka jalannya upacara.Acara peringatan Hari Kesaktian Pancasila dimulai pukul 08.00 WIB. Sejumlah pelajar praktek kerja lapangan turut mengikuti upacara ini. (Red)


Selasa, 1 Oktober 2019

AKBP Ikhlas Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Lampungselatankab.bnn.go.id, Kalianda - Upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2019 dihelat di Lapangan kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (01/10). Kepala BNNK Lampung Selatan, AKBP Ikhlas menjadi Inspektur Upacara.Pantauan lampungselatankab.bnn.go.id sekitar pukul 07.30, sejumlah staf  telah hadir. Terlihat kepala seksi seperti, Kepala seksi Rehabilitasi Arfan SE,MM, Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat umarman, SE,MM, serta Kasubag Umum I Wayan Suartha Antara, SH,MH.Kepala BNNK Lampung Selatan  masuk ke lapangan upacara mengenakan stelan jas. Upacara dibuka oleh laporan komandan upacara kepada Inspektur Upacara."Laksanakan," tegas AKBP Ikhlas membuka jalannya upacara.Acara peringatan Hari Kesaktian Pancasila dimulai pukul 08.00 WIB. Sejumlah pelajar praktek kerja lapangan turut mengikuti upacara ini. (Red)


Rabu, 11 September 2019

Penyebab dan Dampak Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja

Lampung Selatankab.bnn.go.id, Kalianda - Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya. Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja.Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.Pengertian NarkobaNarkoba adalah obat, bahan dan zat bukan makanan yang jika diminum, dihisap, dihirup, ditelan atau disuntik berpengaruh pada kerja otak dan sering menyebabkan ketergantungan.Akibatnya, kerja otak berubah. Demikian pula fungsi vital organ lain seperti jantung, peredaran darah, pernapasan, dan lain-lain. Dampak bahaya Penyalahgunaan Narkoba :Dampak Fisik :

  1. Gangguan pada sistem saraf (neorologis) : kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi.
  2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) : infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah.
  3. Gangguan pada kulit (dermatologis) : penanahan, bekas suntikan dan alergi.
  4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) : penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup.
  5. Dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bersama-sama.
Dampak psikologis :  Berfikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk menimbulkan efek yang di inginkan, ketergantungan / selalu membutuhkan obat.Dampak sosial dan ekonomi : Selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan & hukum.Ciri-ciri penyalahguna Narkoba : 
  1. Perubahan fisik dan lingkungan sehar-hari : jalan sempoyongan; penampilan dunguk; bicara tidakjelas; mata merah; kurus dan nyeri tulang.
  2. Perubahan psikologis :gelisah, bingung, apatis, suka menghayal, dan linglung.
  3. Perubahan prilaku sosial :menghindari kontak mata langsung; suka melawan; mudah tersinggung; ditemukan obat2an, jarum suntik dalam kamar/ tas; suka berbohong; suka bolos sekolah; malas belajar, suka mengurung diri di kamar.
Dari sudut individu, penyalahgunaan narkoba harus dipahami dari masalah perilaku yang kompleks, yang juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan.Lingkungan berbicara tentang keluarga, kelompok sebaya, kehidupan sekolah, dan masyarakat.Dari ketiganya, yang terpenting adalah faktor individu. Seorang harus bertanggung jawab atas perilakunya dan tidak boleh mempersalahkan orang lain atau keadaan. Tanggung jawab adalah masalah pengambilan keputusan, yang dilakukan atas pertimbangan mengenai apa yang baik dan buruk. Ada lima faktor utama seorang menjadi rawan terhadap narkoba yaitu :1 Keyakinan Adiktif  Keyakinan adiktif adalah keyakinan tentang diri sendiri, orang lain dan dunia sekitar. Semua keyakinan itu menentukan kepribadian, dan perilakunya sehari-hari. Beberapa keyakinan adiktif adalah harus sempurna,harus menguasai dan mengendalikan orang lain, harus memperoleh apa yang diinginkannya. Keyakinaan itu umumnya tidak disadari, seseorang tidak akan mengatakan keyakinan itu kepada dirinya sendiri atau kepada orang lain.2 Kepribadian Adiktif  Beberapa ciri kepribadian adiktif adalah teropsesi pada diri sendiri, kurangnya jati diri, hidup tanpa tujuan, depresi yang tersembunyi, tidak mampu mengatasi masalah dan kebutuhan pemuasan segera.3 Ketidakmampuan Menghadapi Masalah  Seorang yang tinggal dalam keluarga dan masyarakat adiktif, memiliki sedikit sekali orang-orang yang dapat menjadi teladan tentang bagaimana menghadapi masalah dengan baik dan benar.Sebaliknya kebanyakan orang lebih suka mencari penyelesaian masalah saat itu juga yang langsung dapat memuaskan keinginannya.4 Tidak Terpenuhinya Kebutuhan Emosional  Tidak Terpenuhinya Kebutuhan yang seharusnya seorang terima yaitu, rasa aman, tujuan hidup, serta kegembiraan.Hal ini masih pula ditambah ketidakmampuan seseorang mengatasi masalah, dan rasa nyaman pada adiksi. 5 Kurangnya Dukungan Sosial  Tanpa adanya dukungan sosial yang memadai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat, ketidakmampuan menghadapi masalah menyebabkan mencari penyelesaian pada narkoba.Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang mulai menyalahgunakan narkoba, sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan ketergantungan. Beberapa faktor penyebab penyalahgunaan narkoba diantaranya yaitu:1. Faktor kepribadian  Beberapa hal yang termasuk di dalam faktor pribadi adalah genetik, bilogis, personal, kesehatan dan gaya hidup yang memiliki pengaruh dalam menetukan sorang remaja terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba . Kurangnya Pengendalian Diri  Orang yang coba-coba menyalahgunakan narkoba biasanya memiliki sedikit pengetahuan tentang narkoba, bahaya yang ditimbulkan, serta aturan hukum yang melarang penyalahgunaan narkoba.Konflik Individu/Emosi  Yang Belum Stabil Orang yang mengalami konflik akan mengalami frustasi. Bagi individu yang tidak biasa dalam menghadapi penyelesaian masalah cenderung menggunakan narkoba, karena berpikir keliru bahwa cemas yang ditimbulkan oleh konflik individu tersebut dapat dikurangi dengan mengkonsumsi narkoba.Terbiasa Hidup Senang / Mewah Orang yang terbiasa hidup mewah kerap berupaya menghindari permasalahan yang lebih rumit. Biasanya mereka lebih menyukai penyelesaian masalah secara instan, praktis, atau membutuhkan waktu yang singkat sehingga akan memilih cara-cara yang simple yang dapat memberikan kesenangan melalui penyalahgunaan narkoba yang dapat memberikan rasa euphoria secara berlebihan. 2. Faktor Keluarga  Kurangnya kontrol keluarga  Orang tua terlalu sibuk sehingga jarang mempunyai waktu mengontrol anggota keluarga. Anak yang kurang perhatian dari orang tuanya cenderung mencari perhatian diluar, biasanya mereka juga mencari kesibukan bersama teman-temanya.Kurangnya penerapan disiplin dan tanggung jawab  Tidak semua penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh remaja dimuali dari keluarga yang broken home, semua anak mempunyai potensi yang sama untuk terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Penerapan disiplin dan tanggung jawab kepada anak akan mengurangi resiko anak terjebak ke dalam penyalahgunaan narkoba. Anak yang mempunyai tanggung jawab terhadap dirinya, orang tua dan masyarakat akan mempertimbangkan beberapa hal sebelum mencoba-coba menggunakan narkoba.3. Faktor Lingkungan  Masyarakat Yang Individualis Lingkungan yang individualistik dalam kehidupan kota besar cenderung kurang peduli dengan orang lain, sehingga setiap orang hanya memikirkan permasalahan dirinya tanpa peduli dengan orang sekitarnya. Akibatnya banayak individu dalam masayarakat kurang peduli dengan penyalahgunaan narkoba yang semakin meluas di kalangan remaja dan anak-anak.Pengaruh Teman Sebaya Pengaruh teman atau kelompok juga berperan penting terhadap penggunaan narkoba. Hal ini disebabkan antara lain karena menjadi syarat kemudajan untuk dapat diterima oleh anggota kelompok. Kelompok atau Genk mempunyai kebiasaan perilaku yang sama antar sesama anggota. Jadi tidak aneh bila kebiasaan berkumpul ini juga mengarahkan perilaku yang sama untuk mengkonsumsi narkoba.4. Faktor Pendidikan  Pendidikan akan bahaya penyalahgunaan narkoba di sekolah-sekolah juga merupakan salah satu bentuk kampanye anti penyalahgunaan narkoba. Kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh siswa-siswi akan bahaya narkoba juga dapat memberikan andil terhadap meluasnya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. 5. Faktor Masyarakat dan Komunitas Sosial Faktor yang termasuk dan mempengaruhi kondisi sosial seorang remaja atnara lain hilangnya nilai-nilai dalam sebuah keluarga dan sebuah hubungan, hilangnya perhatian dengan komunitas, dan susahnya berdaptasi dengan baik (bisa dikatakan merasa seperti alien, diasingkan)6. Faktor Populasi Yang RentanRemaja masa kini hidup dalam sebuah lingkaran besar, dimana sebagian remaja berada dalam lingkungan yang beresiko tinggi terhadap penyalahgunaan narkoba. Banyak remaja mulai mencoba-coba narkoba, seperti amphetamine-type stimulants ( termasuk didalamnya alkohol, tembakau dan obat-obatan yang diminum tanpa resep atau petunjuk dari dokter, serta obat psikoaktif ) sehingga menimbulkan berbagai macam masalah pada akhirnyaAkibat penyalahgunaan narkoba bagi pelajar 1 Bagi Diri Sendiri 1. Terganggunya fungsi otak dan perkembangan normal remaja :1) Daya ingat sehingga mudah lupa 2) Perhatian sehingga sulit berkonsentrasi 3) Persepsi sehingga memberi perasaan semu.1. Keracunan, yaitu timbul akibat pemakaian narkoba dalam jumlah yang cukup, berpengaruh pada tubuh dan perilakunya. 2. Overdosis, terjadi karena sudah lama berhenti pakai, lalu memakai lagi dengan dosis yang dahulu digunakan. Overdosis dapat menyebabkan kematian karena terhentinya pernapasan atau peredaran otak. 3. Gejala putus zat, yaitu gejala ketika dosis yang dipakai berkurang atau dihentikan pemakaianya. 4. Berulang kali kambuh, yaitu ketergantungan menyebabkan craving (rasa rindu pada narkoba) walaupun telah berhenti pakai. Itulah sebabnya pecandu akan berulang kali kambuh. 5. Gangguan perilaku, yaitu sulit mengendalikan diri, mudah tersinggung, menarik diri dari pergaulan, serta hubungan dengan keluarga terganggu. Terjadi perubahan mental, gangguan pemusatan perhatian, motivasi belajar lemah. 6. Gangguan kesehatan, yaitu kerusakan atau gangguan fungsi organ tubuh seperti, hati, jantung, paru-paru, ginjal, dan lai-lain, 7. Kendornya nilai-nilai, yaitu mengendornya nilai-nilai kehidupan agama, sosial-budaya, seperti seks bebas dengan akibat(penyakit kelamin, kehamilan tak diinginkan). Sopan santun hilang. Ia menjadi asocial, mementingkan diri sendiri, dan tidak mempedulikan kepentingan orang lain. 8. Masalah ekonomi dan hukum, yaitu pecandu terlibat hutang, karena berusaha memenuhi kebutuhannya akan narkoba. Ia mencuri uang atau menjual barang-barang milik pribadi atau keluarga. Jika masih sekolah, uang sekolah digunakan untuk membeli narkoba, sehingga terancam putus sekolah, dan di tahan polisi atau bahkan di penjara.RESIKO PEMULIHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA– Umumnya seorang pengguna Narkoba membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pemulihan kondisi fisik, psikis dan sosial. Dalam tahap pemulihan untuk kembali pada kondisi yang wajar, korban harus menjalani program rehabilitasi – Dibutuhkan biaya yang besar, waktu, upaya, kerja keras, disiplin, niat yang kuat dan kerjasama antara keluarga dan lembaga/pusat rehabilitasi untuk pemulihan – Tidak ada jaminan sama sekali bahwa ia tidak dapat kambuh/menggunakan lagi, sekalipun seorang pecandu sudah pulih beberapa tahun. Pemulihan adalah perjuangan seumur hidup.Pencegahan penanggulangan Narkoba Penggunaan narkoba tidak sesuai dengan ketentuan disebut penyalahgunaan narkoba. Sangat memprihatinkan penyalahgunaan narkoba ini yang telah menimpa generasi muda, mulai dari anak SD sampai perguran tinggi. Mereka yang terkena penyalahgunaan narkoba akan mengalami ketidak seimbangan emosi, kemauan. Pola penyalahgunaan narkoba mula mula di mulai dengan bujukan, penawaran, ataupun tekanan dari seseorang atau kelompok yang bersangkutan. Dorongan rasa ingin tahu, ingin mencoba dan atau ingin merasakan maka anak mau menerima tawaran tersebut.Dan hal ini makin lama makin ketagihan, sulit untuk menolak tawaran tersebut. Korban-korban penyalahgunaan narkoba mulai sejak SD, SMP, SMA dan bahkan ke perguruan tinggi, untuk itu perlu ada usaha pencegahan sedini mungkin.cara cara pencegahan meluasnya pengaruh penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar. Dengan basis sekolah sebagai salah satu aspek masyarakat yang menyiapkan warganya untuk masa depan. seperti bersikap dan berperilaku positip, mengenal situasi penawaran/ajakan dan terampil menolak tawaran/ajakan tersebut.Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah perilaku manusia bukan semata-mata masalah zat atau narkoba itu sendiri. Maka dalam usaha pencegahan meluasnya pengaruh penyalahgunaan narkoba itu perlu pendekatan tingkah laku. Tentu saja hal ini perlu selektif, jangan sampai terjadi sebaliknya. Karena dorongan rasa ingin tahu justru terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Maka dikembangkanlah cara belajar hidup bertanggung jawab. Dan menangkal terjadinya kekerasan akibat penyualahgunaan narkoba. Cara yang harus dilakukan adalah DARE (Drug Abuse Resisstance Education Program ), yang populer di Amerika Serikat pada sekarang ini.Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Penanggulangan Narkoba  Penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba saat ini menjadi masalah yang sangat memprihatinkan dan semakin meningkat serta merupakan masalah bersama antara yang melibatkan pemerintah dan masyarakat sehingga memerlukan suatu strategi yang melibatkan seluruh bangsa dalam suatu gerakan bersama untuk melaksanakan strategi dalam menanggulangi Narkob di negara kita ini. sebagai berikut:1. Bidang Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba.  Mencegah penyalahgunaan narkoba dengan meningkatkan kapasitas pada bidang terkait, meningkatkan kualitas seorang aparat, n menumbuhkan kesadaran, kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat melalui lembaga keagamaan, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa dan pemuda, pekerja, serta lembaga-lembaga lainnya yang ada di masyarakat. (Pendidikan, Kesehatan sosial, Sosial-Akhlak, Sosial-pemuda & OR Ekonomi-Tenaga Kerja). Mencegah terjadinya penyalahgunaan dan perredaran gelap, dengan upaya-upaya yang berbasiskan masyarakat mendorong dan menggugah kesadaran, kepedulian dan peran serta aktif seluruh komponen masyarakat dengan motto yang menjadi pendorong semangat adalah ”Mencegah Lebih baik Daripada Mengobati”menghilangkan atau mengurangi faktor-faktor yang mendorong timbulnya kesempatan atau peluang untuk melakukan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, dengan usaha kegiatan n menciptakan kesadaran, kepedulian, kewaspadaan, prilaku dan hidup sehat tanpa narkoba.Strategi Nasional Usaha PromotifUsaha-usaha promotif dilaksanakan dengan kegiatan-kegiatan pembinaan dn pengembangan lingkungan masyarakat bebas narkoba, pembinaan dan pengembangan pola hidup sehat, beriman, kegiatan positif, produktif, konstruktif dan kreatif.Strategi nasional untuk komunikasi, Informasi dan Pendidikan Pencegahan. Pencegahan penyalahgunaan narkoba terutama diarahkan kepada generasi muda (anak, remaja, pelajar, pemuda, dan mahasiswa). Penyalahgunaan sebagai hasil interaksi individu yang kompleks dengan berbagai elemen dari lingkungannya, terutama dengan orng tua, sekolah, lingkungan masyarakat dan remajapemuda lainnya, oleh karena itu Strategi informasi dan Pendidikan Pencegahan dilaksanakan melalui 7 (Tujuh) jalur yaitu :
  1. Keluarga, dengan sasaran orang tua, anak, pemuda, remaja dan anggota keluarga lainnya.
  2. Pendidikan, sekolah maupun luar sekolahdengan kelompok sasaran gurutenaga pendidikan dan peserta didikwarga belajar baik secara kurikuler maupun ekstra kurikuler.
  3. Lembaga keagamaan, engan sasaran pemuka-pemuka agama dan umatnya.
  4. Organisasi sosial kemasyarakatan, dengan sasaran remajapemuda dan masyarakat.
  5. Organisasi Wilayah Pemukiman (LKMD, RT,RW), dengan sasaran warga terutama pemuka masyarakat dan remaja setempat.
  6. Unit- unit kerja, dengan sasaran Pimpinan, Karyawan dan keluargannya.
  7. Mass Media baik elektronik, cetak dan Media Interpersonal (Talk show dan dialog interaktif), dengan sasaran luas maupun individu.
 


Rabu, 11 September 2019

Penyebab dan Dampak Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja

Lampung Selatankab.bnn.go.id, Kalianda - Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya. Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja.Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.Pengertian NarkobaNarkoba adalah obat, bahan dan zat bukan makanan yang jika diminum, dihisap, dihirup, ditelan atau disuntik berpengaruh pada kerja otak dan sering menyebabkan ketergantungan.Akibatnya, kerja otak berubah. Demikian pula fungsi vital organ lain seperti jantung, peredaran darah, pernapasan, dan lain-lain. Dampak bahaya Penyalahgunaan Narkoba :Dampak Fisik :

  1. Gangguan pada sistem saraf (neorologis) : kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi.
  2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) : infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah.
  3. Gangguan pada kulit (dermatologis) : penanahan, bekas suntikan dan alergi.
  4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) : penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup.
  5. Dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bersama-sama.
Dampak psikologis :  Berfikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk menimbulkan efek yang di inginkan, ketergantungan / selalu membutuhkan obat.Dampak sosial dan ekonomi : Selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan & hukum.Ciri-ciri penyalahguna Narkoba : 
  1. Perubahan fisik dan lingkungan sehar-hari : jalan sempoyongan; penampilan dunguk; bicara tidakjelas; mata merah; kurus dan nyeri tulang.
  2. Perubahan psikologis :gelisah, bingung, apatis, suka menghayal, dan linglung.
  3. Perubahan prilaku sosial :menghindari kontak mata langsung; suka melawan; mudah tersinggung; ditemukan obat2an, jarum suntik dalam kamar/ tas; suka berbohong; suka bolos sekolah; malas belajar, suka mengurung diri di kamar.
Dari sudut individu, penyalahgunaan narkoba harus dipahami dari masalah perilaku yang kompleks, yang juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan.Lingkungan berbicara tentang keluarga, kelompok sebaya, kehidupan sekolah, dan masyarakat.Dari ketiganya, yang terpenting adalah faktor individu. Seorang harus bertanggung jawab atas perilakunya dan tidak boleh mempersalahkan orang lain atau keadaan. Tanggung jawab adalah masalah pengambilan keputusan, yang dilakukan atas pertimbangan mengenai apa yang baik dan buruk. Ada lima faktor utama seorang menjadi rawan terhadap narkoba yaitu :1 Keyakinan Adiktif  Keyakinan adiktif adalah keyakinan tentang diri sendiri, orang lain dan dunia sekitar. Semua keyakinan itu menentukan kepribadian, dan perilakunya sehari-hari. Beberapa keyakinan adiktif adalah harus sempurna,harus menguasai dan mengendalikan orang lain, harus memperoleh apa yang diinginkannya. Keyakinaan itu umumnya tidak disadari, seseorang tidak akan mengatakan keyakinan itu kepada dirinya sendiri atau kepada orang lain.2 Kepribadian Adiktif  Beberapa ciri kepribadian adiktif adalah teropsesi pada diri sendiri, kurangnya jati diri, hidup tanpa tujuan, depresi yang tersembunyi, tidak mampu mengatasi masalah dan kebutuhan pemuasan segera.3 Ketidakmampuan Menghadapi Masalah  Seorang yang tinggal dalam keluarga dan masyarakat adiktif, memiliki sedikit sekali orang-orang yang dapat menjadi teladan tentang bagaimana menghadapi masalah dengan baik dan benar.Sebaliknya kebanyakan orang lebih suka mencari penyelesaian masalah saat itu juga yang langsung dapat memuaskan keinginannya.4 Tidak Terpenuhinya Kebutuhan Emosional  Tidak Terpenuhinya Kebutuhan yang seharusnya seorang terima yaitu, rasa aman, tujuan hidup, serta kegembiraan.Hal ini masih pula ditambah ketidakmampuan seseorang mengatasi masalah, dan rasa nyaman pada adiksi. 5 Kurangnya Dukungan Sosial  Tanpa adanya dukungan sosial yang memadai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat, ketidakmampuan menghadapi masalah menyebabkan mencari penyelesaian pada narkoba.Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang mulai menyalahgunakan narkoba, sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan ketergantungan. Beberapa faktor penyebab penyalahgunaan narkoba diantaranya yaitu:1. Faktor kepribadian  Beberapa hal yang termasuk di dalam faktor pribadi adalah genetik, bilogis, personal, kesehatan dan gaya hidup yang memiliki pengaruh dalam menetukan sorang remaja terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba . Kurangnya Pengendalian Diri  Orang yang coba-coba menyalahgunakan narkoba biasanya memiliki sedikit pengetahuan tentang narkoba, bahaya yang ditimbulkan, serta aturan hukum yang melarang penyalahgunaan narkoba.Konflik Individu/Emosi  Yang Belum Stabil Orang yang mengalami konflik akan mengalami frustasi. Bagi individu yang tidak biasa dalam menghadapi penyelesaian masalah cenderung menggunakan narkoba, karena berpikir keliru bahwa cemas yang ditimbulkan oleh konflik individu tersebut dapat dikurangi dengan mengkonsumsi narkoba.Terbiasa Hidup Senang / Mewah Orang yang terbiasa hidup mewah kerap berupaya menghindari permasalahan yang lebih rumit. Biasanya mereka lebih menyukai penyelesaian masalah secara instan, praktis, atau membutuhkan waktu yang singkat sehingga akan memilih cara-cara yang simple yang dapat memberikan kesenangan melalui penyalahgunaan narkoba yang dapat memberikan rasa euphoria secara berlebihan. 2. Faktor Keluarga  Kurangnya kontrol keluarga  Orang tua terlalu sibuk sehingga jarang mempunyai waktu mengontrol anggota keluarga. Anak yang kurang perhatian dari orang tuanya cenderung mencari perhatian diluar, biasanya mereka juga mencari kesibukan bersama teman-temanya.Kurangnya penerapan disiplin dan tanggung jawab  Tidak semua penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh remaja dimuali dari keluarga yang broken home, semua anak mempunyai potensi yang sama untuk terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Penerapan disiplin dan tanggung jawab kepada anak akan mengurangi resiko anak terjebak ke dalam penyalahgunaan narkoba. Anak yang mempunyai tanggung jawab terhadap dirinya, orang tua dan masyarakat akan mempertimbangkan beberapa hal sebelum mencoba-coba menggunakan narkoba.3. Faktor Lingkungan  Masyarakat Yang Individualis Lingkungan yang individualistik dalam kehidupan kota besar cenderung kurang peduli dengan orang lain, sehingga setiap orang hanya memikirkan permasalahan dirinya tanpa peduli dengan orang sekitarnya. Akibatnya banayak individu dalam masayarakat kurang peduli dengan penyalahgunaan narkoba yang semakin meluas di kalangan remaja dan anak-anak.Pengaruh Teman Sebaya Pengaruh teman atau kelompok juga berperan penting terhadap penggunaan narkoba. Hal ini disebabkan antara lain karena menjadi syarat kemudajan untuk dapat diterima oleh anggota kelompok. Kelompok atau Genk mempunyai kebiasaan perilaku yang sama antar sesama anggota. Jadi tidak aneh bila kebiasaan berkumpul ini juga mengarahkan perilaku yang sama untuk mengkonsumsi narkoba.4. Faktor Pendidikan  Pendidikan akan bahaya penyalahgunaan narkoba di sekolah-sekolah juga merupakan salah satu bentuk kampanye anti penyalahgunaan narkoba. Kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh siswa-siswi akan bahaya narkoba juga dapat memberikan andil terhadap meluasnya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. 5. Faktor Masyarakat dan Komunitas Sosial Faktor yang termasuk dan mempengaruhi kondisi sosial seorang remaja atnara lain hilangnya nilai-nilai dalam sebuah keluarga dan sebuah hubungan, hilangnya perhatian dengan komunitas, dan susahnya berdaptasi dengan baik (bisa dikatakan merasa seperti alien, diasingkan)6. Faktor Populasi Yang RentanRemaja masa kini hidup dalam sebuah lingkaran besar, dimana sebagian remaja berada dalam lingkungan yang beresiko tinggi terhadap penyalahgunaan narkoba. Banyak remaja mulai mencoba-coba narkoba, seperti amphetamine-type stimulants ( termasuk didalamnya alkohol, tembakau dan obat-obatan yang diminum tanpa resep atau petunjuk dari dokter, serta obat psikoaktif ) sehingga menimbulkan berbagai macam masalah pada akhirnyaAkibat penyalahgunaan narkoba bagi pelajar 1 Bagi Diri Sendiri 1. Terganggunya fungsi otak dan perkembangan normal remaja :1) Daya ingat sehingga mudah lupa 2) Perhatian sehingga sulit berkonsentrasi 3) Persepsi sehingga memberi perasaan semu.1. Keracunan, yaitu timbul akibat pemakaian narkoba dalam jumlah yang cukup, berpengaruh pada tubuh dan perilakunya. 2. Overdosis, terjadi karena sudah lama berhenti pakai, lalu memakai lagi dengan dosis yang dahulu digunakan. Overdosis dapat menyebabkan kematian karena terhentinya pernapasan atau peredaran otak. 3. Gejala putus zat, yaitu gejala ketika dosis yang dipakai berkurang atau dihentikan pemakaianya. 4. Berulang kali kambuh, yaitu ketergantungan menyebabkan craving (rasa rindu pada narkoba) walaupun telah berhenti pakai. Itulah sebabnya pecandu akan berulang kali kambuh. 5. Gangguan perilaku, yaitu sulit mengendalikan diri, mudah tersinggung, menarik diri dari pergaulan, serta hubungan dengan keluarga terganggu. Terjadi perubahan mental, gangguan pemusatan perhatian, motivasi belajar lemah. 6. Gangguan kesehatan, yaitu kerusakan atau gangguan fungsi organ tubuh seperti, hati, jantung, paru-paru, ginjal, dan lai-lain, 7. Kendornya nilai-nilai, yaitu mengendornya nilai-nilai kehidupan agama, sosial-budaya, seperti seks bebas dengan akibat(penyakit kelamin, kehamilan tak diinginkan). Sopan santun hilang. Ia menjadi asocial, mementingkan diri sendiri, dan tidak mempedulikan kepentingan orang lain. 8. Masalah ekonomi dan hukum, yaitu pecandu terlibat hutang, karena berusaha memenuhi kebutuhannya akan narkoba. Ia mencuri uang atau menjual barang-barang milik pribadi atau keluarga. Jika masih sekolah, uang sekolah digunakan untuk membeli narkoba, sehingga terancam putus sekolah, dan di tahan polisi atau bahkan di penjara.RESIKO PEMULIHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA– Umumnya seorang pengguna Narkoba membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pemulihan kondisi fisik, psikis dan sosial. Dalam tahap pemulihan untuk kembali pada kondisi yang wajar, korban harus menjalani program rehabilitasi – Dibutuhkan biaya yang besar, waktu, upaya, kerja keras, disiplin, niat yang kuat dan kerjasama antara keluarga dan lembaga/pusat rehabilitasi untuk pemulihan – Tidak ada jaminan sama sekali bahwa ia tidak dapat kambuh/menggunakan lagi, sekalipun seorang pecandu sudah pulih beberapa tahun. Pemulihan adalah perjuangan seumur hidup.Pencegahan penanggulangan Narkoba Penggunaan narkoba tidak sesuai dengan ketentuan disebut penyalahgunaan narkoba. Sangat memprihatinkan penyalahgunaan narkoba ini yang telah menimpa generasi muda, mulai dari anak SD sampai perguran tinggi. Mereka yang terkena penyalahgunaan narkoba akan mengalami ketidak seimbangan emosi, kemauan. Pola penyalahgunaan narkoba mula mula di mulai dengan bujukan, penawaran, ataupun tekanan dari seseorang atau kelompok yang bersangkutan. Dorongan rasa ingin tahu, ingin mencoba dan atau ingin merasakan maka anak mau menerima tawaran tersebut.Dan hal ini makin lama makin ketagihan, sulit untuk menolak tawaran tersebut. Korban-korban penyalahgunaan narkoba mulai sejak SD, SMP, SMA dan bahkan ke perguruan tinggi, untuk itu perlu ada usaha pencegahan sedini mungkin.cara cara pencegahan meluasnya pengaruh penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar. Dengan basis sekolah sebagai salah satu aspek masyarakat yang menyiapkan warganya untuk masa depan. seperti bersikap dan berperilaku positip, mengenal situasi penawaran/ajakan dan terampil menolak tawaran/ajakan tersebut.Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah perilaku manusia bukan semata-mata masalah zat atau narkoba itu sendiri. Maka dalam usaha pencegahan meluasnya pengaruh penyalahgunaan narkoba itu perlu pendekatan tingkah laku. Tentu saja hal ini perlu selektif, jangan sampai terjadi sebaliknya. Karena dorongan rasa ingin tahu justru terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Maka dikembangkanlah cara belajar hidup bertanggung jawab. Dan menangkal terjadinya kekerasan akibat penyualahgunaan narkoba. Cara yang harus dilakukan adalah DARE (Drug Abuse Resisstance Education Program ), yang populer di Amerika Serikat pada sekarang ini.Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Penanggulangan Narkoba  Penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba saat ini menjadi masalah yang sangat memprihatinkan dan semakin meningkat serta merupakan masalah bersama antara yang melibatkan pemerintah dan masyarakat sehingga memerlukan suatu strategi yang melibatkan seluruh bangsa dalam suatu gerakan bersama untuk melaksanakan strategi dalam menanggulangi Narkob di negara kita ini. sebagai berikut:1. Bidang Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba.  Mencegah penyalahgunaan narkoba dengan meningkatkan kapasitas pada bidang terkait, meningkatkan kualitas seorang aparat, n menumbuhkan kesadaran, kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat melalui lembaga keagamaan, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa dan pemuda, pekerja, serta lembaga-lembaga lainnya yang ada di masyarakat. (Pendidikan, Kesehatan sosial, Sosial-Akhlak, Sosial-pemuda & OR Ekonomi-Tenaga Kerja). Mencegah terjadinya penyalahgunaan dan perredaran gelap, dengan upaya-upaya yang berbasiskan masyarakat mendorong dan menggugah kesadaran, kepedulian dan peran serta aktif seluruh komponen masyarakat dengan motto yang menjadi pendorong semangat adalah ”Mencegah Lebih baik Daripada Mengobati”menghilangkan atau mengurangi faktor-faktor yang mendorong timbulnya kesempatan atau peluang untuk melakukan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, dengan usaha kegiatan n menciptakan kesadaran, kepedulian, kewaspadaan, prilaku dan hidup sehat tanpa narkoba.Strategi Nasional Usaha PromotifUsaha-usaha promotif dilaksanakan dengan kegiatan-kegiatan pembinaan dn pengembangan lingkungan masyarakat bebas narkoba, pembinaan dan pengembangan pola hidup sehat, beriman, kegiatan positif, produktif, konstruktif dan kreatif.Strategi nasional untuk komunikasi, Informasi dan Pendidikan Pencegahan. Pencegahan penyalahgunaan narkoba terutama diarahkan kepada generasi muda (anak, remaja, pelajar, pemuda, dan mahasiswa). Penyalahgunaan sebagai hasil interaksi individu yang kompleks dengan berbagai elemen dari lingkungannya, terutama dengan orng tua, sekolah, lingkungan masyarakat dan remajapemuda lainnya, oleh karena itu Strategi informasi dan Pendidikan Pencegahan dilaksanakan melalui 7 (Tujuh) jalur yaitu :
  1. Keluarga, dengan sasaran orang tua, anak, pemuda, remaja dan anggota keluarga lainnya.
  2. Pendidikan, sekolah maupun luar sekolahdengan kelompok sasaran gurutenaga pendidikan dan peserta didikwarga belajar baik secara kurikuler maupun ekstra kurikuler.
  3. Lembaga keagamaan, engan sasaran pemuka-pemuka agama dan umatnya.
  4. Organisasi sosial kemasyarakatan, dengan sasaran remajapemuda dan masyarakat.
  5. Organisasi Wilayah Pemukiman (LKMD, RT,RW), dengan sasaran warga terutama pemuka masyarakat dan remaja setempat.
  6. Unit- unit kerja, dengan sasaran Pimpinan, Karyawan dan keluargannya.
  7. Mass Media baik elektronik, cetak dan Media Interpersonal (Talk show dan dialog interaktif), dengan sasaran luas maupun individu.
 


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP LAMPUNG

0

Total Kasus Narkoba

0

Total Tersangka Kasus Narkoba

0

Total Pasien Penyalahgunaan

0

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

0

Jumlah Sebaran Informasi

Tautan Terkait